Dividen: Pengertian, Jenis, Prosedur dan Cara Hitung

WACANADAILY.com – Dividen adalah istilah yang harus kamu pahami saat berinvestasi. Hal ini karena berkaitan dengan distribusi kinerja atau keuntungan perusahaan.

Dalam manajemen keuangan, dividen seperti hadiah yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham atas investasinya dan dapat berupa uang tunai atau saham.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam tentang apa itu dividen, ada baiknya kamu membaca penjelasan berikut ini sampai selesai. OKE!

Apa itu Dividen?

Jika kamu memiliki perusahaan dan mendapat untung setelah beberapa waktu, di mana laba tersebut dialokasikan? Selain untuk menunjang jalannya usaha, tentunya keuntungan yang diperoleh harus dibagikan kepada para pemegang modal.

Demikianlah apa yang dimaksud dengan dividen. Jelas, dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang sahamnya. Pembagian dividen didasarkan pada jumlah saham yang dimiliki.

Dividen Vs Capital Gain

Selain pembagian dividen, keuntungan yang diperoleh pemegang saham adalah capital gain. Kami Rp. Beli item tersebut dengan harga 50.000 dan dapatkan Rp. Rp. kamu mendapatkan 10.000 keuntungan.

Dalam dunia investasi, keuntungan ini disebut capital gain. Tetapi begitu kamu tahu bahwa nilai sahamnya telah meningkat, kamu tidak perlu menjualnya. Kita bisa menghemat capital gain untuk mendapatkan kenaikan yang lebih tinggi.

Dividen berbeda dari keuntungan modal dalam hal ini. Jika pembagian dividen terkait dengan jumlah total saham, capital gain tidak. Seorang pemilik yang memiliki 1 lot dan pemilik yang memiliki 100 lot akan mendapatkan kenaikan harga saham yang sama persis.

Jenis Dividen

Setelah kamu dapat membedakan antara dividen dan keuntungan modal, jenis dividen berikut juga patut dipertimbangkan:

1. Dividen Tunai

Salah satu jenis dividen adalah dividen tunai. Seperti namanya, jenis dividen ini adalah dividen tunai.

Dividen tunai merupakan dividen yang paling banyak digunakan. Dalam hal uang tunai, dividen diklasifikasikan sebagai likuid karena dapat digunakan secara langsung untuk semua perdagangan.

2. Dividen Properti

Ada juga jenis dividen beserta pembayaran produk, jika sebelumnya sudah ada dividen yang dibayarkan secara tunai. Pembagian dividen properti dilakukan karena perusahaan kehabisan kas.

Kekayaan dalam pembagian dividen adalah pilihan kedua dan paling tidak disukai pemegang saham. Dividen atas barang tidak boleh digunakan secara langsung dalam perdagangan saham selain untuk mewakili kesulitan keuangan perusahaan.

3. Dividen/Skrip

Apa itu dividen utang? Dalam istilah “dividen”, kata “utang” merupakan indikasi bahwa dividen tidak dibayarkan secara tunai. Seperti obligasi, dividen skrip meninggalkan piutang bagi perusahaan yang akan dibayarkan kepada pemegang saham dalam jangka pendek.

4. Dividen Saham

Apa pendapat kamu ketika sebuah perusahaan menawarkan saham untuk menggantikan dividennya? Jika kamu berpikir bahwa bagian kepemilikan akan meningkat, kamu salah.

Dividen saham tidak mengubah komposisi pemegang saham karena saham yang digunakan sebagai dividen merupakan hasil pemecahan saham yang mirip dengan pemecahan saham. Oleh karena itu, kebijakan dividen termasuk pembagian nilai saham.

Pajak Dividen

Bukankah dividen dikenakan pajak sebagai bentuk pendapatan? Dividen merupakan salah satu sumber penghasilan pasif kena pajak bagi warga negara. Namun, seperti dilansir situs resmi Pusat Pelatihan Perpajakan Koperasi, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan.

1. Dividen yang diterima oleh orang pribadi dari perusahaan Indonesia tidak dikenakan pajak jika diinvestasikan dalam jangka waktu tertentu.

Meskipun amandemen Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan ini untuk mendukung lingkungan investasi domestik, kapitalis juga dapat memperoleh manfaat dari kewajiban pajak.

2. Selisih antara dividen yang ditanam kembali dengan sisa dividen dikenakan pajak dividen sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk dapat menyesuaikan jumlah investasi sesuai dengan keinginan penerima dividen.

3. Agar tidak dikenakan pajak atas pajak penghasilan dividen, perlu dilaporkan sebagai tidak kena pajak pada saat SPT Tahunan.

Bagaimana Dividen Dihitung

Untuk menjelaskan pajak dividen, setelah kamu mengetahui apa itu dividen, penting juga untuk mengetahui cara menghitungnya. Ada tiga konsep yang perlu kamu pahami saat mempelajari cara menghitung dividen: rasio pembayaran dividen, hasil dividen, dan dividen per saham.

Metode perhitungan dividen adalah sebagai berikut.

1. Rasio pembayaran dividen (DPR)

Rasio pembayaran, atau disingkat DPR, adalah rasio dividen terhadap laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan. Misal, laba bersih Mentari adalah Rp100.000.000. Maka pembagian dividen sebesar Rp. Ditentukan menjadi 35.000.000. Jadi bisa dijelaskan seperti ini.

DPR = Dividen / Laba Bersih x 100%

Mentor DPR = Rp35.000.000 / Rp100.000.000 x 100% = 35%

Jadi DPR untuk perusahaan Mentari adalah 35%.

2. Dividen Per Saham (DPS)

Dividen per saham (DPS) adalah pembayaran dividen dibagi dengan jumlah saham di pasar. Jadi, berapa nilai DPSnya jika jumlah saham beredar adalah 100.000 dengan dividen Rp35.000.000 dari perusahaan Mentari?

DPS = Dividen / Bagikan

Mentari DPS = Rp35.000.000 / 100.000 = Rp350/minggu

3. Hasil Dividen (DY)

Hasil dividen, atau DY, adalah rasio pembagian dividen dengan harga penerbitan. Berikut cara menghitung dividend yield jika harga saham Mentari Rp 5.000:

DY = DPS / harga saham x 100%

DY Mentary = Rp 350 / Rp 5.000 x 100% = 7%

Akibatnya, hasil dividen Mentary adalah 7%.

Prosedur Pembayaran Dividen

Dividen adalah keuntungan yang dibayarkan melalui prosedur tertentu di muka. Apa prosesnya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

1. Tanggal Pengumuman

Langkah pertama dalam pembayaran dividen adalah ketika perusahaan mengungkapkan bentuk dan jumlah dividen per saham. Tanggal pembayaran juga diketahui pada tahap ini.

2. Tanggal Perekaman

Usai pengumuman, perseroan berencana menyusun daftar pemegang saham yang memegang saham hingga rapat umum pemegang saham.

3. Tanggal Dividen

Ini adalah hari terakhir kamu bisa berdagang. Orang yang membeli saham pada tanggal ini tetap menerima dividen.

4. Tanggal ex-dividen

Karena tanggal ex-dividend adalah tanggal berakhirnya dividen, pemegang saham yang membeli saham pada hari itu tidak akan menerima dividen.

5. Tanggal Pembayaran

Pemegang saham yang memiliki saham sampai dengan masa dividen kumulatif maksimum tetap berhak menerima dividen. Pada tanggal ini, pemegang saham memperoleh pengembalian yang sebanding dengan jumlah saham.

Itulah gunanya dividen untuk menambah pengetahuan kamu di bidang investasi. Dividen adalah sesuatu yang perlu dipahami oleh investor dan pemilik bisnis untuk menciptakan lingkungan bisnis yang saling menguntungkan. Semoga bermanfaat. Ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *