Bisnis  

Omzet UMKM Pulih Berkat Platform Online

Omzet UMKM Pulih Berkat Platform Online

WACANADAILY.COM – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terpukul cukup keras karena pandemi covid-19. Berbagai cara pun mereka lakukan untuk bertahan, salah satunya beralih dari offline ke online atau digitalisasi. Digitalisasi menjadi kunci bagi UMKM bertahan di tengah tekanan pandemi Covid-19. UMKM yang masuk digital sejak awal lebih berdaya tahan, walaupun omzetnya turun, namun UMKM tersebut tetap mampu bertahan.

Seperti yang dialami dua UMKM asal Kota Medan, yaitu Aloya Coffe dan Orifresh. Keduanya mampu bertahan di tengah gempuran Pandemi Covid-19 berkat sejak awal sudah memulai bisnis dengan platform digital. “Awal pandemi. Kami babak belur. Omzet menurun drastis. Orang lebih membutuhkan masker, hand sanitizer, dan vitamin. Namun kami bertahan sampe sekarang karena sejak awal kami sudah online,” ujar Lian Purba, Owner Aloya Coffe, Kamis (21/10/2021).

***

Aroma khas kopi roasting sungguh menggoda saat berkunjung ke Aloya Coffe yang ada di Jalan Bunga Rinte, Kota Medan. UMKM yang menyediakan kopi single origin dari Sumatera ini, tengah mempersiapkan biji kopi yang dipesan pelangannya. UMKM ini memang terkenal menyediakan biji kopi dengan kualitas terbaik. Pelanggan bisa memilih tingkatan roasting yang dinginkan dan juga memilih grind size sesuai metode brewing yang diinginkan.

“Kami tidak buat stok. Abang order baru kami roasting sesuai pesanan. Makanya kopi kami selalu fresh. Tanggal roastingnya selalu kami sertakan di produk kami,” ujar Lian Purba memulai pembicaraan terkait Aloya Coffe, usaha yang digelutinya sejak tahun 2017 lalu.

Lian bercerita bahwa kondisi mereka kini kian membaik jika dibandingkan di awal terjadinya pandemi. Hal ini tidak terlepas dari bantuan platform e-commerce yang mereka ikuti seperti Tokopedia.

Omzet UMKM Pulih Berkat Platform Online
Produk Aloya Coffe yang dijual di Toko Online Tokopedia (HO / Tribun Medan)

“Sudah membaik, pesanan sudah mulai rutin terutama dari Tokopedia. Berbagai kemudahan yang mereka berikan sangat membantu kami bertahan. Mulai dari gratis ongkos kirim, hingga adanya bonus iklan di Tokopedia,” ujarnya.

Kata Lian sejak membuka Aloya Coffe di tahun 2017, mereka memang sudah fokus berjualan secara online dengan mendaftar di Tokopedia, Shoppe dan e-commerce lainnya. Selain itu mereka juga menerima pesanan dari media sosial dan membuat website sendiri.

“Daftar di Tokopedia, Shopee dan beberapa platform lainnya. Tapi seiring perjalanan usaha Tokopedia yang paling oke. Sekarang hampir 80 persen omzet kami dari Tokopedia, kalau dihitung-hitung omzet kami mencapai puluhan jutalah,” ujarnya.

Perkembangn Aloya Coffe juga tidak terlepas dari peranan Bank Indonesia. Bank Indonesia turut membantu Aloya Coffe bisa memaksimalkan penjualannya melalui online. Saat itu Aloya Coffe diajak Bank Indonesia yang punya program digitalisasi UMKM bersama Tokopedia. Tokopedia pun membantu Alloya Coffe memiliki toko online yang menarik.

Toko online Tokopedia Aloya Coffe pun jauh lebih menarik dan terlihat lebih profesional. Seiring perubahan toko online, omzet Aloya Coffe dari Tokopedia semakin bagus. “Tokopedia mengajari kami mengoptimasi toko online. Tampilan lebih menarik. Bagaimana membuat judul yang bagus. Kami pun bisa menyematkan video profile usaha kami,” ujar Lian seraya menunjukkan toko onlinenya.

Saat pandemi merebak di Indonesia, omset mereka pun jauh berkurang.  Namun masa-masa sulit tersebut bisa terlewati karena program Tokopedia. Program yang paling berpengaruh adalah adanya ongkos kirim gratis dan promo iklan gratis.

“Gratis ongkir dari Tokopedia menjadi titik balik bagi kami. Penjualan kembali membaik. Pelangan baru kami pun bertambah, karena ada promo yang bisa dimanfaatkan pelanggan. Sekarang omzet kami sudah mulai bisa kembali seperti awal. Walaupun belum seutuhnya,” ujarnya.

Kini para pelangan Aloya Coffe pun kerap sengaja memesan kopi dari Tokopedia karena promo bebas ongkir ini. “Pelanggan baru rata-rata dari Tokopedia. Bahkan pelanggan lama pun sekarang lebih senang belanja dari Tokopedia,” ujar Lian.

Omzet UMKM Pulih Berkat Platform Online
Owner Orifresh, Doni Prima bersama manager Orifresh (Tribun Medan)

Hal serupa juga dialami UMKM Orifresh yang bergerak dalam bidang food and beverage. Mereka juga kebanjiran order kala Tokopedia memberikan promo gratis ongkos kirim. “Kami sangat terbantu. Omset meningkat berkat promo bebas ongkir dari Tokopedia. Jadi mereka sangat membantu kami,” ujar Doni Prima, owner Orifresh.

Sama dengan Alloya Coffe, diawal Pandemi mereka juga terpukul. Banyak pelanggan mereka seperti hotel, restoran dan rumah makan berhenti beroperasi, sehingga omzet mereka jauh menurun. “90 persen omzet turun. Tinggal pelanggan rumahan yang belanja. Itu mereka sangat tergantung dengan ongkos kirim gratis. Syukur Tokopedia membantu kami dengan promonya,” ujar Doni Prima.

“Ongkos kirim gratisnya cukup membantu kami menghadapi pandemi ini. Sekarang situasi Sudah semakin membaik. Mudah-mudahan kami kembali seperti semula. Semoga e-comerce seperti Tokopedia tetap memberikan promo hingga kondisi benar-benar pulih,” tambah Doni Prima.

Iklan Tokopedia Datangkan Pelanggan Baru

Selain mendatangkan pelanggan dengan berbagai Promo, Tokopedia juga memberikan sejumlah kemudahan untuk para UMKM, yaitu gratis beriklan di aplikasi Tokopedia. Aloya Coffe bahkan pernah mendapat saldo Rp 3 Juta untuk beriklan di Tokopedia, yang sangat berdampak mendatangkan pelanggan baru.

“Gratis beriklan ini juga sangat membantu kami. Kami lebih dikenal sama konsumen Tokopedia. Orderan dari pelanggan baru mulai pun berdatangan,” kata Lian Purba.

Kata Lian promo Tokopedia lainnya juga membantu mereka, seperti promo Waktu Indonesia Belanja, program Kumpulan Toko Pilihan (KTP). “Masih banyak sebenarnya program Tokopedia yang membantu kami. Cuma masih ongkir gratis dan iklan gratis yang paling signifikan pengaruhnya bagi penambahan omzet kami,” ujarnya.

Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia kepada Tribun Medan menyampaikan bahwa kemudahan yang didapat para UMKM yang tergabung dengan Tokopedia adalah bentuk dukungan mereka membawa UMKM naik kelas (Scale Up).

Menurutnya UMKM yang membuka toko online di Tokopedia bisa mendapatkan akses untuk menjangkau lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan yang tersebar 99% kecamatan di Indonesia. Kemudian berkolaborasi dengan 13 mitra logistik.

Selain itu, lanjut Ekhel Chandra Wijaya Tokopedia juga memberikan kemudahan bagi UMKM untuk bergabung. Mulai dari layanan Tokopedia Care yang dapat membantu terkait ketentuan serta kendala dalam berjualan hingga bisa memilih keanggotaan sesuai dengan kebutuhan.

“Platform digital Tokopedia memiliki deretan fitur yang dapat membantu UMKM mengembangan bisnis mereka lebih jauh dengan mudah. Contohnya, aplikasi Tokopedia Seller yang bisa dimanfaatkan penjual untuk melihat statistik penjualan serta pergerakan kebutuhan pasar. UMKM yang tergabung nanti juga bisa memilih berbagai keanggotaan sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari Regular Merchant, Power Merchant, Power Merchant PRO dan Official Store,” ujarnya.

“Tersedia juga fitur-fitur Tokopedia lainnya yang memungkinkan penjual menjangkau lebih banyak masyarakat dengan efisien, mulai dari TopAds (fitur iklan produk yang bisa digunakan mulai dari Rp250, Rp300 dan Rp350 tergantung kategori), Voucher Toko, Rilisan Spesial, Broadcast Chat, Bebas Ongkir dan masih banyak lainnya,” Tambahnya.

Bangkit Bersama di Tengah Pandemi

Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia mengutarakan pihaknya mempunyai berbagai inisiatif untuk mendorong lebih banyak pegiat usaha lokal untuk #BangkitBersama di tengah pandemi sekaligus meraja di negeri sendiri dengan menjadikan produk mereka menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

“UMKM lokal di berbagai daerah di Indonesia juga dapat mengikuti deretan program turunan inisiatif Hyperlocal Tokopedia sehingga punya kesempatan sama dalam menciptakan peluang usaha, termasuk di tengah pandemi. Salah satu programnya adalah Kumpulan Toko Pilihan (KTP). Lewat halaman ini penjual bisa memasarkan produk-produknya ke masyarakat setempat sehingga biaya ongkir menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Kata Ekhel Chandra Wijayal para pegiat usaha tradisional, termasuk pedagang pasar, bisa mengikuti program Digitalisasi Pasar Tradisional yang merupakan hasil kolaborasi antara Tokopedia dengan Kemendag RI dan pemda setempat. Harapannya, inisiatif Hyperlocal ini dapat mendorong produk UMKM lokal menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia supaya bisa #BangkitBersama.

“Berbagai pasar tradisional yang berhasil mengadopsi platform digital, termasuk Pasar Cikurubuk Online di Tasikmalaya, Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka di Kabupaten Bandung,  Pasar Pasar Pa’baeng-baeng Timur, Pasar Kampung Baru di Makassar, dan masih banyak lainnya,” ujarnya.

Selain itu, kata Ekhel Chandra Wijaya, UMKM juga bisa mengikuti pendampingan bisnis dalam bentuk kelas online atau webinar gratis, salah satunya lewat Sekolah Kilat Seller.

“Program ini bertujuan untuk menyediakan wadah di mana para mentor dari Tokopedia dan sesama pegiat usaha lainnya bisa saling bertukar wawasan dan pengalaman. Masyarakat juga bisa mendapatkan berbagai materi edukasi, mulai dari pemasaran produk, pemanfaatan fitur-fitur Tokopedia,  peraturan dan keamanan seputar berjualan online dan masih banyak lainnya,” ujarnya.

(wacanadaily.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *