Bisnis  

Strategi Penetapan Harga: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Strategi Penetapan Harga: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

Apakah Anda tahu apa strategi penetapan harga Anda? Secara umum, langkah ini dapat diartikan sebagai mekanisme untuk mengontrol besarnya biaya yang dikeluarkan atau harus dibayar konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa.

Dalam praktiknya, strategi penetapan harga selalu bergantung pada perusahaan atau produsen yang mengelolanya. Simak ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini untuk lebih memahaminya!

Pengertian Strategi Penetapan Harga

Definisi strategi penetapan harga adalah menentukan jumlah nilai yang tepat yang harus dibayar konsumen untuk suatu produk atau layanan.

Dalam praktiknya, pelaku usaha menggunakan banyak strategi untuk menetapkan harga. Beberapa di antaranya termasuk penetapan harga plus biaya, kenaikan, penetapan harga BEP berbasis pesaing, dan permintaan pasar.

Cara dalam Strategi Penetapan Harga

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada tahapan strategi penetapan harga Anda:

1. Menetapkan Biaya Harga Plus

Cost plus pricing adalah strategi di mana total biaya ditambahkan untuk menentukan nilai penjualan. Biaya ditambah penetapan harga biasanya mencakup biaya overhead, bahan langsung dan tenaga kerja.

Nah, itulah persentase markup yang akan diambil sebagai keuntungan nantinya. Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menentukan biaya dan harga.

Pertama, tentukan total biaya produk beserta layanannya. Kemudian bagi jumlah dengan jumlah unit untuk mendapatkan jumlah biaya unit.

Akhirnya, harga satuan dikalikan dengan tingkat kenaikan untuk menemukan biaya penjualan dan margin keuntungan produk.

2. Mark Up

Jenis strategi penetapan harga ini didasarkan pada harga pokok ditambah dengan jumlah tertentu. Jadi, semakin tinggi nilai markup, semakin besar pendapatan yang diperoleh perusahaan.

Dengan kata lain, Anda melakukan markup dengan melihat harga awal suatu produk dan menaikkannya beberapa persen. Sebagai referensi, berikut adalah contoh strategi kenaikan harga.

Ketika suatu produk dijual seharga Rp.70.000 seharga Rp.50.000, maka markup rate yang didapat adalah 40%. Berikut penjelasan lengkap beserta rumusnya.

(70000 – 500.000) / 50000 = 0,4 x 100 = 40%

3. Penetapan Harga BEP (Break Even Point)

Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan dan modal berada pada titik nol. Dengan kata lain, tidak ada kerugian atau keuntungan. Oleh karena itu, strategi penetapan harga BEP adalah salah satu yang bertujuan untuk menemukan keseimbangan harga pasar.

4. Analisis Pesaing

Strategi penetapan harga selanjutnya adalah menganalisis pesaing Anda. Selain menggunakan metode internal di atas, perwakilan bisnis juga dapat menetapkan harga melalui analisis pesaing.

Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mendapatkan pangsa pasar. Berhati-hatilah saat menggunakan strategi ini, karena tidak menetapkan harga jual minimum dapat merusak harga pasar dan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

5. Riset Permintaan Pasar

Dapatkah konsumen berpartisipasi dalam penetapan harga produk? Tentu saja Anda bisa. Ketika sebuah perusahaan membuat suatu produk, tentunya harus mendengarkan kebutuhan konsumen agar dapat dikenal di pasar.

Strategi penetapan harga ini sangat efektif untuk mencegah konsumen beralih ke produk lain. Namun tentunya harga harus didasarkan pada pertimbangan lain agar produsen tidak merugi.

Strategi Penetapan Harga yang Berbeda

Bagaimana bisnis dapat menerapkan strategi penetapan harga? Berikut adalah beberapa strategi penetapan harga yang berbeda yang dapat Anda coba.

1. Cost-Plus Pricing

Cost plus pricing adalah strategi yang paling umum. Pada tipe ini, harga jual ditentukan dengan menghitung total biaya dan markup yang diinginkan.

Misalnya, biaya total sebuah perusahaan untuk memproduksi 30 potong pakaian adalah Rp. 30.000.000. Jika markup diatur ke 30%, perhitungannya adalah:

Biaya per unit = Rp30.000.000/30 = Rp1.000.000

Harga jual = total biaya + markup

= Rp 1.000.000 + (30% x Rp 1.000.000)

= Rp 1.300.000

Dalam perhitungan tersebut, harga jual setiap baju adalah Rp. Anda dapat melihat bahwa itu adalah 1.300.000.

2. Premium Pricing

Biasanya, target pasar untuk jenis strategi ini adalah segmen pasar yang mengutamakan kualitas. Biasanya, perusahaan yang menerapkan strategi ini mengenakan harga yang sangat tinggi untuk membedakan produk mereka dari pesaing lain.

Contoh perusahaan yang menerapkan strategi penetapan harga ini adalah Apple. Perusahaan Apple menggunakan harga premium untuk memberikan kesan eksklusif atau berkualitas lebih tinggi dari penawaran smartphone lainnya.

3. Competition-Based Pricing

Contoh lain dari strategi penetapan harga adalah penetapan harga berbasis persaingan. Seperti namanya, strategi ini menetapkan harga jual relatif terhadap pesaing Anda.

Misalnya, jika pesaing menetapkan harga Rp 50.000, Anda dapat menjual produk di kisaran harga tersebut. Anda dapat menurunkan harga sedikit dari harga pasar atau pesaing Anda untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Namun, jika produk yang ditawarkan menawarkan kemewahan dan eksklusivitas, Anda dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari pesaing Anda.

4. Freemium Pricing

Jika Anda memiliki bisnis yang berhubungan dengan produk digital, strategi penetapan biaya ini cocok untuk Anda. Pasalnya, strategi ini memungkinkan Anda untuk menawarkan produk yang memiliki dua fitur: berbayar dan gratis.

Fungsi versi uji coba tidak langsung memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengetahui dan mencoba produk terlebih dahulu. Jika dirasa cocok, Anda dapat membeli untuk mengakses fitur yang lebih lengkap.

5. Skimming Pricing

Contoh strategi penetapan nilai jual ini biasanya diterapkan dengan menetapkan harga tinggi pada awalnya, namun lama kelamaan harganya menurun.

Misalnya, perbedaan harga pangan yang terjadi pada pagi dan sore hari. Makanan yang biasanya tidak dijual di pagi hari dijual lebih murah di sore hari. Tujuannya agar tidak ada makanan yang tidak dijual secara gratis.

6. Bundle Pricing

Bundle pricing merupakan contoh strategi penetapan harga yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan beberapa produk sekaligus.

Misalnya, pernahkah Anda melihat promosi harga dua produk digabungkan dengan harga yang lebih rendah?

Ini adalah salah satu contoh bagaimana komunitas menerapkan strategi penetapan harga paket.

7. Psychological Pricing

Seperti namanya, strategi ini berkaitan dengan aspek psikologis manusia. Secara khusus, strategi ini dibagi menjadi tiga kategori:

a. Odd pricing

Pernahkah Anda merasa produk bertanda Rp99.999 lebih murah daripada produk bertanda Rp100.000? Nah, inilah dampak dari strategi penetapan harga yang aneh ini.

Karena ditulis dengan akhiran yang ganjil, dampak ekonomi yang dihasilkan dari strategi penetapan harga ini adalah mempermudah penjualan produk karena kenaikan yang lebih rendah.

b. BOGOF

Pernahkah Anda membeli sesuatu dengan promosi “Beli 1”? Jadi, inilah strategi biaya BOGOF (Beli 1 Gratis 1). Sama halnya dengan strategi bundle pricing, strategi ini dapat digunakan untuk mempercepat jumlah penjualan.

c. Even Pricing

Nah, jika Anda ingin membuat produk yang terlihat mewah, Anda bisa menerapkan strategi ini. Pasalnya, penggunaan pembulatan pada harga dapat memberikan sentuhan kemewahan dan lebih menonjol dari segi gengsi.

8. Target Pricing

Strategi penetapan harga yang bertujuan untuk pengembalian investasi adalah penetapan harga target. Hal ini karena harga jual dalam strategi ini ditentukan oleh return on investment (ROI) atau laba atas investasi yang diinginkan.

Demikian penjelasan lengkap yang diberikan, mulai dari pengertian, jenis hingga contoh strategi penetapan harga. Mekanisme keputusan ini pasti akan memudahkan Anda bersaing dengan kompetitor Anda.

Juga, sebelum Anda mulai menetapkan harga, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor untuk memudahkan konsumen berdagang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *